Peranan Kimia Analisis dalam Ilmu Farmasi
Kimia
analisis merupakan cabang ilmu kimia yang berfokus pada identifikasi dan
kuantifikasi komponen dalam suatu sampel. Dalam konteks farmasi, peran kimia
analisis sangat krusial. Mengapa demikian?
1. Pengembangan obat
baru
a) Identifikasi senyawa
aktif
Menjadi suatu langkah krusial dalam proses penemuan
obat baru. Senyawa aktif adalah molekul yang memiliki efek farmakologis
tertentu pada tubuh, seperti mengpbati penyakit atau meredakan gejala.
b) Evaluasi kemurnian
Merupakan langkah kritis dalam pengembangan obat baru.
Kemurnian suatu senyawa obat sangat menentukan efektivitas dan keamanan obat
tersebut. Senyawa obat yang tidak murni dapat mengandung kontaminan yang dapat
menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, bahkan beracun.
c) Penerapan strukur
Bicara struktur dalam pengembangan obat baru bukan
hanya tentang bentuk fisik molekul obat, tetapi juga tentang bagaimana struktur
tersebut berinteraksi dengan target biologis di dalam tubuh dan memengaruhi efek
farmakologisnya. Struktur molekul menjadi kunci dalam pengembangan obat baru.
2. Pengendalian mutu
obat
a) Uji identitas
Salah satu langkah penting dalam pengendalian mutu
obat. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa suatu bahan atau produk
obat adalah benar-benar zat yang dimaksud dan sesuai dengan spesifikasi yang
telah ditetapkan. Dengan kata lain, uji identitas berfungsi untuk memverifikasi
identitas suatu senyawa atau bahan obat.
b) Uji kadar
Tujuan utamanya adalah untuk menentukan jumlah atau
konsentrasi senyawa aktif dalam suatu sediaan obat. Dengan kata lain, uji kadar
bertujuan untuk memastikan bahwa jumlah senyawa aktif dalam obat sesuai dengan
yang tertera pada label.
c) Uji kemurnian
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa suatu
bahan atau produk obat hanya mengandung senyawa aktif yang diinginkan dan tidak
terkontaminasi oleh zat lain. Dengan kata lain, uji kemurnian bertujuan untuk
memastikan bahwa obat tersebut murni dan bebas dari impuritas.
d) Uji stabilitas
Serangkaian pengujian yang dilakukan untuk menentukan
seberapa lama suatu produk obat dapat memertahankan kualitasnya, termasuk
kemurnian, kekuatan, dan sifat fisiknya, di bawah kondisi penyimpanan tertentu.
Dengan kata lain, uji stabilitas bertujuan untuk menentukan umur simpan atau
masa kadaluarsa suatu obat.
3. Analisis farmakokinetik
a) Analisis
farmakokinetik
Gambaran komprehensif mengenai perjalanan suatu obat
dalam tubuh sejak diberikan hingga dieliminasi. Profil ini memberikan informasi
penting tentang bagaimana tubuh menyerap, mendistribusikan, memetabolisme, dan
mengekskresikan obat tersebut. Informasi ini sangat krusial dalam menentukan
dosis yang tepat, interval pemberian dosis, dan merancang formulasi obat yang
optimal.
b) Bioavailabilitas
Ukuran seberapa banyak dan seberapa cepat suatu obat
aktif mencapai sirkulasi sistemik tubuh setelah diberikan melalui suatu rute
administrasi tertentu. Dengan kata lain, bioavalabilitas menunjukkan proporsi
obat yang diberikan yang benar-benar mencapai tempat kerjanya di dalam tubuh.
4. Analisis klinis
a) Monitoring terapi
obat
Proses yang melibatkan pengukuran kadar obat dalam
darah atau jaringan tubuh untuk memastikan bahwa dosis obat yang diberikan
efektif dan aman bagi pasien. Tujuan utama pemantauan terapi obat adalah untuk
mengoptimalkan terapi obat dengan meminimalkan resiko efek samping yang tidak
diinginkan.
b) Pemantauan efek
samping
Bagian integral dari analisis klinis, terutama dalam pengembangan obat baru dan evaluasi keamanan obat yang sudah beredar. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi, menilai, dan meminimalkan resiko terjadinya efek samping yang tidak diinginkan akibat penggunaan obat.
Daftar pustaka :
1. Siddiqui, M. R., AlOthman, Z. A. &
Rahman, N. Analytical techniques in pharmaceutical analysis: A review. Arab.
J. Chem. 10, S1409–S1421 (2017).
2. Henry, J. Applications and Importance of
Analytical Chemistry in Pharmaceutical Industry. 11, 30–31 (2022).
Comments
Post a Comment